Kapolri Resmikan Kedai ADO Presisi di Palembang, Ruang Makan Murah untuk Driver Ojol

IMG20260307194829 1536x1152 1
IMG20260307194829 1536x1152 1

PALEMBANG — Kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ke Kota Palembang tidak sekadar agenda seremonial. Di tengah dialog dengan para pengemudi ojek online (ojol), Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meresmikan Kedai (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan Presisi, sebuah ruang makan murah yang disiapkan khusus bagi komunitas driver daring. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat ADO Sumsel, Jalan Hockey Kampus Blok C/20, Palembang. Sabtu (7/3/2026).

Peresmian kedai yang berada di bawah pembinaan kepolisian ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung kesejahteraan para pengemudi ojol yang setiap hari menggantungkan hidupnya di jalan.

Bacaan Lainnya

Sementara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai kehadiran komunitas ojol telah memberi kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Sumatera Selatan. Menurutnya, sektor ekonomi informal seperti transportasi daring tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

“Jangan diperdebatkan formal atau informal. Yang penting warga Sumsel yang mengabdikan dirinya untuk mencari nafkah melalui aplikasi online ini telah membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran,” ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, para pengemudi ojol juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan tertib berlalu lintas di jalan raya.

“Paling tidak anggota ADO ini harus menjadi duta tertib lalu lintas. Mereka setiap hari berada di jalan, sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.

Ketua DPD ADO Sumsel M. Asrul Indrawan menjelaskan, gagasan Kedai ADO Presisi berawal dari komunikasi dengan Kapolda Sumatera Selatan setelah pergantian pimpinan di kepolisian daerah.

Menurut Asrul, saat itu Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.IK., S.H., M.Hum. menyampaikan rencana kunjungan Kapolri ke Palembang dan keinginannya untuk berdialog langsung dengan para pengemudi ojol.

“Kapolda memanggil kami dan menyampaikan bahwa Kapolri ingin berdialog langsung dengan ojol. Dari situ muncul ide bagaimana memberikan fasilitas yang bisa membantu driver meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup mereka,” jelas Asrul.

Kedai tersebut kemudian direnovasi total dengan dukungan kepolisian melalui jajaran lalu lintas hingga menjadi Kedai ADO Presisi. Tempat ini disiapkan sebagai ruang makan dan berkumpul bagi para driver dengan harga yang terjangkau.

“Di sini kawan-kawan ojol bisa makan, ngopi, dan beristirahat dengan harga murah. Sesuai pesan Pak Gubernur, jangan mahal-mahal,” ujarnya.

Selain meresmikan kedai, dialog antara Kapolri dan komunitas ojol juga menyinggung sejumlah persoalan yang kerap dihadapi para driver di lapangan, mulai dari keamanan hingga legalitas profesi.

Salah satu program yang segera dijalankan adalah sistem panic button bagi driver ojol. Melalui fitur ini, pengemudi dapat langsung meminta bantuan kepolisian jika mengalami kecelakaan, tindak kriminal, atau kondisi darurat lainnya.

“Driver di jalan sangat rentan terhadap kecelakaan maupun pembegalan. Dengan panic button, mereka bisa langsung meminta pertolongan polisi kapan saja,” kata Asrul.

ADO juga memiliki sistem pelacakan lokasi (sherlock) internal yang memungkinkan organisasi mengetahui posisi driver saat bekerja. Sistem ini diharapkan bisa terintegrasi dengan kepolisian untuk mempercepat respons jika terjadi insiden.

Asrul menyebut pertemuan langsung antara Kapolri dan komunitas ojol di Palembang menjadi perhatian khusus, karena belum pernah dilakukan di daerah lain.

“Kapolri sudah menyampaikan sejak dari Jakarta bahwa beliau ingin bertemu langsung dengan ketua dan anggota ojol. Ini atensi yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan kepolisian dalam merespons persoalan yang dihadapi para pengemudi transportasi daring,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *